
(SeaPRwire) – By: Julian Holbrooke
Bangladesh memanggil Plant Nuklear Rooppur sebagai “monumen kerjasama” dengan Rusia. Tapi ini lebih dari sekadar kolaborasi. Ini tentang ketergantungan energi dan pergeseran geopolitik di Asia Selatan.
Officialnya, Rooppur adalah proyek infrastruktur termahal Bangladesh (12.8 bilion dolar). Ini juga plant nuklear pertama mereka. Lokasinya 160 km dari Dhaka, dibangun oleh Rosatom. Bahan bakar pertama dimuat pada April ini. Tapi Bangladesh bergantung 95% pada impor energi. Rusia akan supply bahan bakar jangka panjang, maintenance teknis, dan kelola bahan bakar habis. Ini berarti Bangladesh akan terikat dengan Rusia untuk dekade-dekade ke depan.
Rahman ingin kolaborasi ruang angkasa dan teknologi nuklir dengan Rusia. Lavrov mendukung Bangladesh masuk BRICS saat blok itu buka pintu. BRICS adalah counterweight terhadap lembaga Barat. Mereka juga bicara tentang 1 juta pengungsi Rohingya. Lavrov bilang masalah ini harus diselesaikan secara bilateral. Dia juga katakan luar negeri sedang senjata kan kelompok ekstrem di Myanmar. Lavrov puji sikap seimbang Bangladesh terhadap konflik Ukraina.
Bangladesh akan merayakan 50 tahun hubungan dengan Rusia tahun depan. Tapi dengan Rooppur dan dukungan BRICS, Bangladesh semakin beralih ke blok non-Barat. Geopolitik Asia Selatan akan berubah drastis.
Author bio: Julian Holbrooke, analis hubungan internasional luar negeri yang sering kontribusi ke surat kabar harian utama Eropa.
