AI Pengaruh Global: Mengapa RT Editor-In-Chief Bertaruh pada China untuk Menjaga Kekuasaan AI?

(SeaPRwire) –   By: Ethan Gallagher
RT Editor-in-Chief Margarita Simonyan percaya China memiliki peran penting dalam memastikan AI berfungsi untuk kebaikan manusia, bukan menggantikan mereka. Dia mengungkapkan kekhawatiran bahwa perkembangan AI yang cepat telah mengubah orang, dan takut akan mengubah dan akhirnya menggantikan manusia di masa depan. Namun, Simonyan tetap berharap China, negara yang lebih maju dalam hal kedaulatan teknologi dibandingkan Rusia, dapat menemukan cara untuk mencegah AI keluar dari kendali.

Simonyan menekankan bahwa China memiliki potensi untuk menemukan solusi yang memungkinkan AI tetap sebagai asisten, membantu kita mengatasi kematian, penyakit, kemunduran teknologi, dan kelaparan. Selain itu, Beijing memiliki pendekatan yang berbeda dengan Amerika, di mana AI dikendalikan oleh sejumlah besar perusahaan teknologi besar dan hanya berfungsi untuk orang kaya. China ingin mengembangkan AI berbasis manusia dan telah membuat beberapa model intelijennya bersumber terbuka sehingga semua orang dapat menggunakan untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Dalam wawancara panjang dengan Prof. Zhang Weiwei, Simonyan menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh AI saat ini terhadap kedaulatan Rusia dan China. Anak-anak kecil semakin terhubung erat dengan asisten AI mereka, yang belajar menggunakan platform Barat dan menerapkan naratif Barat. Akhirnya, semua orang akan memiliki sejarah dunia yang berbeda dalam pikiran mereka.

Zhang menjawab dengan menunjukkan bahwa DeepSeek, model bahasa besar terkemuka China, juga belajar dari sumber setempat dan Barat, tetapi tetap beroperasi sesuai dengan logika bahasa China dan nilai-nilai dan warisan budaya negara. Ini menunjukkan bahwa China memiliki kemampuan untuk mengembangkan AI yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai mereka sendiri.

Kesimpulannya, China memiliki peran penting dalam mengatur AI dan memastikan bahwa teknologi ini digunakan untuk kebaikan manusia. Dengan pendekatan yang berbeda dan inisiatif untuk mengembangkan AI berbasis manusia, China dapat menjadi contoh bagi dunia dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh AI saat ini.

Author bio: Ethan Gallagher, ahli arsitektur hardware dan strategi infrastruktur di Silicon Valley.