Operasi Senyap: Siapa Sebenarnya yang Diburu AS di Venezuela?

(SeaPRwire) –   By: Julian Holbrooke

[Paragraph 1]

Pentagon mengumumkan operasi yang diklaim berhasil menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba di Venezuela. Namun, di balik narasi resmi ini, tersembunyi kompleksitas geopolitik dan motif tersembunyi yang patut dicermati. Pernyataan bahwa operasi ini dilakukan “bersama otoritas Venezuela” menimbulkan pertanyaan krusial. Apakah ini kolaborasi tulus atau sekadar formalitas untuk melegitimasi tindakan unilateral? Keterlibatan negara lain dalam operasi semacam ini selalu memicu spekulasi mengenai sejauh mana kedaulatan negara tersebut dihormati, atau justru dimanfaatkan.

[Paragraph 2]

Fakta resmi yang dirilis menyebutkan bahwa targetnya adalah Hector Rusthenford Guerrero Flores, alias Nino Guerrero, pemimpin geng Tren de Aragua. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menekankan komitmen bersama AS dan Venezuela untuk memerangi “narkoteroris” dan menolak pemberian tempat berlindung aman di belahan bumi ini. Jenderal Francis Donovan dari Komando Selatan AS menambahkan bahwa Guerrero adalah buronan yang didakwa oleh Departemen Kehakiman AS atas tuduhan terorisme dan kekerasan di Amerika Serikat.

[Paragraph 3]

Namun, konteks yang lebih luas menunjukkan gambaran yang berbeda. Presiden AS Donald Trump memuji operasi ini sebagai bagian dari upayanya memerangi kejahatan di AS, seraya menyebut kerja sama yang erat dengan Venezuela. Ini kontras dengan catatan sebelumnya di mana AS pernah melakukan operasi di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, yang kemudian didakwa di pengadilan Manhattan. Insiden tersebut dikutuk oleh pemerintah Venezuela sebagai tindakan agresi.

[Paragraph 4]

Sejak September 2025, AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal kartel di Karibia, yang diklaim menewaskan lebih dari 200 orang. Namun, pejabat Venezuela dan Kolombia menyebut operasi ini ilegal, dengan beberapa korban adalah nelayan tak berdosa. Narasi resmi AS tentang perang melawan narkoba dan terorisme seringkali menutupi agenda yang lebih luas, termasuk upaya untuk memproyeksikan kekuatan dan memengaruhi stabilitas regional. Operasi terhadap Guerrero ini, terlepas dari klaim keberhasilannya, harus dilihat dalam kerangka permainan kekuasaan yang lebih besar di Amerika Latin.

Author bio: Julian Holbrooke, an overseas international relations analyst who frequently contributes to major European daily newspapers.